Posted by: munifchatib | October 21, 2012

Empat Buku Seperti Aliran Air

EMPAT BUKU SEPERTI ALIRAN AIR

By Munif Chatib

SEKOLAHNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2009 itu seperti sebuah piring. Buku itu bercerita tentang sederhananya konsep SEKOLAHNYA MANUSIA yang mempunyai 3 bagian, yaitu:

Pertama INPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA menerima siswa dalam berbagai kondisi. Siswa pandai, baik, nakal, bodoh dan anak berkebutuhan khusus. SEKOLAHNYA MANUSIA selalu menuju sekolah inklusi.

Kedua PROSES, SEKOLAHNYA MANUSIA menerapkan ‘The Best Process’. Maksudnya guru menerapkan multi strategi dalam mengajar. Tidak hanya ceramah sebagai metode tunggul.

Ketiga OUPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA memotret kemampuan siswanya dalam 3 ranah besar, yaitu kognitifnya, psikomotorik dan afektif.

Jujur, untuk mewujudkan SEKOLAHNYA MANUSIA membutuhkan satu elemen yang harus sama paradigmanya yaitu GURU. Oleh karena itu buku ke dua saya adalah GURUNYA MANUSIA.

GURUNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2011 berusaha sekuat mungkin berbagi informasi betapa banyak sebenarnya strategi mengajar. Ada 20 strategi mengajar. Lalu bagaimana strategi mengajar tersebut ditulis dalam sebuah ‘lesson plan’. GURUNYA MANUSIA kental sekali dengan nuansa guru harus kreatif, harus terus belajar dan menjadi ‘penyelam’ bagi semua siswanya. Ibaratnya GURUNYA MANUSIA adalah isi dalam sebuah piring SEKOLAHNYA MANUSIA. Ketika dalam SEKOLAHNYA MANUSIA ada GURUNYA MANUSIA, ternyata masalah belum selesai. Masih ada ORANGTUA siswa yang menjadi konsumen pendidikan sebuah sekolah. Banyak terjadi masalah, terutama hubungan dengan sekolah jika paradigma orangtua belum sama dengan sekolah.

ORANGTUANYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2012 ini seperti menjadi ‘petunjuk’ sederhana bagi orangtua, terutama bagaimana memandang pendidikan anak-anaknya. Memandang kemampuan anak kita yang seluas samudera dan bintang. Bagaimana hubungan orangtua dengan guru anak-anaknya. Guru dan orangtua harus menjadi sahabat sejati. Jika orangtua dan guru bekerja sama dalam membantu anak untuk belajar, maka anak tersebut akan menjadi juara. Anak itu akan menemukan kondisi terbaiknya.

SEKOLAH ANAK-ANAK JUARA, yang saya tulis juga di tahun 2012 bersama sahabat saya Alamsyah Said, sperti m,enjadi bukti otentik. Jika seorang anak bersekolah di SEKOLAHNYA MANUSIA, lalu dididik oleh GURUNYA MANUSIA, di rumah ada ORANGTUANYA MANUSIA, maka Insya Allah anak tersebut menjadi JUARA di bidang masing-masing. Sukses dunia akhirat.

Saya sekarang sedang menulis buku berikutnya yang membahas tentang KELASNYA MANUSIA bersama sahabat saya Irma Nurul Fatimah, seorang GURUNYA MANUSIA yang arsitek. Kita bersua percaya sebenarnya dinding-dinding kelas baik indoor maupun outdoor bisa menjadi asisten guru. Bahkan sampai puluhan asisten. Mohon doa semua sahabat, agar kami berdua diberikan kesehatan dan waktu yang cukup untuk berbagi lewat karya tulis. Terima kasih


Categories

%d bloggers like this: