Posted by: munifchatib | November 8, 2012

Pengajar Muda dalam program Pelatihan dan Pendampingan Guru SD Negeri Sby

TERUS JANGAN MENYERAH PENGAJAR MUDA
By Munif Chatib

Kalimat yang tepat adalah dari desa ke kota. Setelah satu tahun mengabdi di daerah-daerah terpencil untuk mengajar. Kini enam orang pengajar muda berbagi inspirasi kepada guru-guru SD Neg

eri di lima titik di Surabaya. Saya bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan program pelatihan dan pendampingan guru-guru SD Negeri sampai bulan Desember 2012 mendatang dan menggandeng beberapa alumni pengajar muda angkatan 1 dan 2.

Memang diantara semangat berbagi yang menyala-nyala ada sebuah perasaan was-was untuk memberikan pelatihan kepada para guru. Betapa tidak, dari sisi usia, para guru sudah seusia seperti orangtua sendiri. Ada perasaan tidak enak ‘melatih’ orangtua sendiri. Lalu dalam jam terbang mengajar, banyak yang 20 tahun lebih mengajar. Ada rasa was-was mereka takut ‘tidak diterima’ oleh para guru negeri di Surabaya. Namun alhamdulillah, semua tim yang berjumlah 12 orang sebelumnya sudah bertemu dengan semua bapak/ibu kepala UPTD dan pengawas SD di seluruh Surabaya.

Dalam acara perkenalan itu, alhamdulillah mereka semua mendukung untuk menyukseskan program ini. Sebab kepala UPTD dan pengawas adalah pihak yang penting untuk memberikan ‘penguatan’ kepada para guru. Tanpa penguatan dari mereka, program ini sulit untuk berjalan.

Dalam rapat sebelum tim kami terjun memberikan pelatihan, kami semua berdoa agar rasa was-was ini dihilangkan Allah SWT. Kami semua berdoa, semoga sampai Desember nanti, semua program berjalan lancar. Semoga semua Kepala UPTD dan Pengawas mendukung kami. Memberikan penguatan positif, bahwa kami hadir untuk berbagi demi majunya pendidikan di Surabaya. Semoga semua Kepala UPTD dan Pengawas terus mengawal kami melaksanakan tugas. Memberikan kata sambutan kepada para guru, bahwa kami hadir untuk berbagi informasi, tidak menggurui. Memberikan semangat kepada para guru, bahwa guru adalah profesi yang tidak boleh berhenti untuk belajar. Sebab sekali guru berhenti atau malas belajar maka ada penyakit sombong yang langsung menyerang hati para guru. Memberikan pernyataan postif bahwa belajar dapat dari mana saja dan oleh siapa saja. Meskipun dari anak-anak yang usianya masih muda belia. Sungguh kami hanya punya niat baik untuk berbagi.

Alhamdulillah ternyata rentetan doa itu dikabulkan oleh Allah SWT. Di semua titik pelatihan, kepala UPTD dan Pengawas sangat mendukung dan mengayomi kami semua, terutama anak-anak muda yang bersemangat ini. Semua guru memberi respon positif. Semoga terus terjaga. Amin. Terima kasih ya Allah …


Categories

%d bloggers like this: