Posted by: munifchatib | July 25, 2012

Biang Kerok Masalah Manajemen Sekolah

 

BIANG KEROK MASALAH MANAJEMEN SEKOLAH

By Munif Chatib*

Seorang direktur sekolah bermaksud mengangkat kepala sekolah TK yang baru pada sebuah sekolah. Namun tidak seperti biasanya sang direktur memilih orang luar yang menjadi kepalasekolah, padahal kebiasaan sekolah tersebut adalah kepala sekolah dipilih dari internal sekolah tersebut. Hal ini menyebabkan protes dari para kepala sekolah setiap unit. Kepala sekolah SMA, SMP dan SD berkumpul untuk membahas hal ini.

 “Kita harus protes kepada direktur, tidak bisa seenaknya dia mengangkat orang luar,” kata kepala sekolah SMA.

“Ya, jika kita tidak protes, nantinya akan dijadikan kebiasaan. Bisa –bisa akan menular ke SMP,” kata kepala sekolah SMP.

 “Coba kita tenang sebentar, kita ini harus kembali memahami dua kata penting dalam bekerja sebagai kepala sekolah, yaitu KEWENANGAN dan TUGAS. Direktur kita memutuskan untuk memilih wakil kepala sekolah adalah KEWENANGAN kepala sekolah. Dan lihatlah, beliau tidak pernah intervensi pada saat kita memilih wakil kepala sekolah. Juga menentukan siapa yang menjadi wali kelas dan banyak hal lain. Namun sadarlah teman-teman, memilih KEPALA SEKOLAH adalah wewenang direkur, bukan wewenang kita. Jika kita protes, saya khawatir kita nanti akan dikatakan  INTERVENSI KEWENANGAN DIREKTUR. Jika kita ada tidak setuju, maka ayolah jadikan itu menjadi sebuah usulan saja kepada direktur, tanpa harus membuang energy protes dan marah kepada Direktur,” kata kepala sekolah SD.

Wow alangkah bijaksananya kepala sekolah SD tersebut, sangat memahami WEWENANG dalam menjalankan tugasnya. Betul sekali jika sumber atau biang kerok masalah manajemen sekolah adalah pada setiap struktur sekolah kurang memahami KEWENANGAN dan TUGAS masing-masing.

Wewenang itu HAK / KEKUASAAN untuk melakukan tugas dan memberi instruksi terhadap lingkungan organisasi. Wewenang akan menghasilkan sebuah tugas bagi seorang individu yg berada di dalam jangkauan wewenang tersebut yg hasilnya akan mengakibatkan kemajuan yang berarti bagi sebuah organisasi.

Sedangkan Tugas itu merupakan KEWAJIBAN. Tugas merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan seorang individu. Tugas melahirkan TANGGUNG JAWAB. Dan seseorang dinilai bertanggung jawab terhadap tugasnya jika menunjukkan PRESTASI.

Seorang guru mempunyai KEWENANGAN untuk masuk kelas dan mengajar dengan kreativitas strategi mengajar. Kewenangan memilih strategi mengajar adalah hak guru. Dari kewenangan ini menimbulkan TUGAS guru yaitu mengajar yang baik. Tugas guru dikatakan berhasil apabila guru menunjukkan PRESTASI nya dalam mengajar. Prestasi ini adalah guru tersebut hadir, masuk kelas dan mengajar dengan proses yang menyenangkan, sampai pada ketuntasan hasil belajar. Jika guru tersebut menunjukkan PRESTASI seperti di atas, maka guru tersebut dikatakan BERTANGGUNG JAWAB akan tugasnya.

Sumber konflik manajemen sekolah:

  • Ketidak jelasan wewenang dan tugas pada struktur organisasi sekolah.
  • Intervensi / Menggunakan wewenang yang bukan haknya, tanpa melalui delegasi.
  • Intervensi tugas, tanpa melalui delegasi.
  • Tidak melaksanakan tugas, menuntut wewenang.
  • Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas atau tidak mampu menunjukkan prestasinya.

Alangkah indahnya jika struktur di sebuah sekolah memahami batasan kewenangan, tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu Wewenang dan Tugas harus tertulis dan dipahami setiap individu dalam struktur organisasi.

 

*Materi disampaikan dalam pelatihan kepala sekolah 21 Juni 2012 di SD  PLUS MUTIARA ILMU PANDAAN.


Categories

%d bloggers like this: