Posted by: munifchatib | September 25, 2012

Rasa Penasaran Mengintip ruang kerja guru di Sekolah Swasta Tokyo akhirnya terjawab

 

 

SETUMPUK LESSONPLAN DI MEJA GURU SEKOLAH MUSASHINO  JYOSHI GAKUEN

Go to Tokyo, April 2013

By Munif Chatib

Rasa penasaran mengintip ruang kerja guru di Sekolah Musashino  Jyoshi Gakuen, SMP dan SMA Swasta di Tokyo akhirnya terjawab. Saya pernah melihat ruang dan meja kerja guru yang indah di beberapa sekolah di luar negeri, misalnya di Kuala Lumpur atau Singapura. Kali ini agak beda, luas sekali ruang gurunya. Namun seluas mata memandang, di atas meja yang terlihat hanya tumpukan-tumpukan kertas kerja. Saya berhasil mengambil gambarnya.

Langsung saya bertanya kepada kepala sekolahnya tentang tumpukan-tumpukan kertas yang saya lihat hampir ada di semua meja guru. Dengan bersemangat, sang kepala sekolah menjelaskan.

“Semua guru di sekolah ini, mempunyai kesepakatan kerja, yaitu fokus dalam perencanaan sebelum mengajar. Ide dan kreativitas dalam mengajar, jauh-jauh hari kami tuangkan dalam kertas-kertas kerja. Kami menyebutnya lessonplan. Setiap lessonplan yang sudah diajarkan guru, kami analisa bersama-sama dalam grup diskusi. Apakah sukses, atau sebaliknya. Dari diskusi tersebut, sang guru mendapat solusi untuk mengajar materi yang sama di kelas berikutnya. Terkadang untuk satu materi, para guru sampai membuat 3 lessonplan, ya untuk jaga-jaga ada kesulitan dalam mengajar. Jadi akhirnya ya … beginilah meja gurunya.”

Saya hanya manggut-manggut  menelan ludah. Sekilas membayangkan sekolah di Indonesia, masih banyak guru yang menganggap lessonplan adalah beban, bukan solusi keberhasilan mengajar. Apalagi sebuah lessonplan selalu didiskusikan setelah mengajar. Wow, biasanya selalu ditutup dengan pertanyaan: mana sempat???

“Pak Munif, kami percaya, ketika guru tidak membuat perencanaan mengajar, maka sesungguhnya dia sedang merencanakan kegagalan dalam mengajar,” lanjut sang kepala sekolah.

“Haik!!!,” jawab saya saya sambil membungkukkan badan berkali-kali, tanda amat sangat teramat setuju.

Tokyo, 11 September 2012


Categories

%d bloggers like this: