Posted by: munifchatib | September 13, 2012

Ingin sekali berkunjung ke Tokyo lagi lebih lama

DAHSYATNYA TOKYO, HASIL DARI SEKOLAHNYA MANUSIA

By Munif Chatib

Melintasi Tokyo memang seperti melintasi negeri dongeng. Bayangkan setiap sudut kota bebas dari sampah. Udaranya sejuk, hampir tak ada debu. Masyarakatnya memiliki disiplin tingkat tinggi. Menyeberang jalan harus menunggu lampu hijau menyala. Pak Setiyo Iswoyo secara tidak sengaja menyeberang jalan kecil yang sepi, padahal lampu tanda menyeberang masih merah. Spontan Kaoru Muramatsu, pengantar kita berlari dan menarik mundur Pak Iswoyo. Padahal jalan itu sepi sekali. Kami semua harus berhenti dan menunggu lampu hijau menyala.

Lima hari memang rasanya kurang, meskipun tak ada waktu untuk istirahat, terus berkeliling Tokyo. Kami mengunjungi Tokyo University, universitas negeri di Tokyo – peringkat 30 terbaik di dunia. Waseda University, universitas swasta pertama di  Jepang. Sekolah Musashino  Jyoshi Gakuen TK, SMP, SMA swasta di Tokyo. Miraikan Science Center, pusat penemuan sains terbaru. Fuji Television, stasiun televisi swasta terbesar di Jepang. Panasonic Centre, pusat display produk terbaru panasonic yang belum dijual di pasaran. Mega Web, tempat display dan uji coba mobil produksi Toyota terbaru dan tercanggih. Royal Palace, istana kaisar Jepang. Tokyo Tower, tower berketinggian 333 meter, kita bisa melihat seluruh kota Tokyo dari ketinggian 150 meter. Kuil dan Pasar tradisonal Asasuka, dan masjid Tokyo Jepang. Stasiun kereta api bawah tanah yang luar biasa. Walhasil setiap tempat kunjungan tersebut memunculkan momen spesial buat saya. Setiap hari, masuk hotel sudah pukul 22.00. Lelah namun puas.

Satu lagi, tidak ada macet. Padahal penduduknya sangat padat. Mereka rapi berjalan dan pergi ke kantor hampir semua dengan menggunakan kereta baah tanah. Jadi jalanan tampak sepi, meskipun di hari kerja. Saya sempat membandingkan dengan Jakarta. Jauh sekali, tepatnya sangat amat teramat jauh sekali.

Ketika saya bertanya kepada Prof. Mina Hattori dari Nagoya University tentang faktor utama apa yang menyebabkan masyarakat Jepang demikian disiplin. Beliau menjawab semuanya bersumber dari SEKOLAH dan RUMAH. Sungguh saya melihat dsebuah hasil nyata dari pendidikan karakter di Yokyo Jepang. Sekali lagi hasilnya nyata. Masyarakatnya dari berbagai usia menerapkan pendidikan karakter yang di dapat di sekolah dan di rumah. Akhirnya terbawa di tempat kerja dan di jalanan.

Ingin sekali berkunjung ke Tokyo lagi lebih lama untuk belajar bagaimana kurikulum di sekolah yang sederhana namun berhasil melahirkan manusia-manusia yang berkarakter.

Tokyo, September 2012


Categories

%d bloggers like this: