Posted by: munifchatib | June 27, 2012

 

BUNDA … TAK MAMPU MEMBALAS

By Munif Chatib

 

Menyertaimu di sempitnya waktu

Seperti kembali ke masa lampau

Selalu hujani peluk cium tanpa henti

Terus baluri badan agar tak sakit lagi

 

Bunda … tak mampu membalas

Setiap detik yang kau guyurkan

Bahagianya bisa menemanimu sampai hari ini

Bahagianya masih bisa bercanda denganmu sampai detik ini

 

Lalu … badai jarak hinggap

Pekerjaan yang meremukkan tulang belulang

Waktu yang habis terserap kesibukan

Bunda … tenang saja

Akan aku kalahkan mereka

Agar selalu di sisimu

Bersama buat siklus hidup yang indah

Bunda … doamu terus untuk anakmu

Jangan berhenti

Dan maafkan aku … belum mampu membalas

 

Jakarta, 26 Juni 2012


Categories

%d bloggers like this: