Posted by: munifchatib | August 3, 2011

SAVE AQILAH

SAVE AQILAH
By Munif Chatib*

Awal Ramadhan tahun ini menjadi awal program SAVE AQILAH, seorang bayi mungil, putri seorang sahabat guru yang berjuang untuk hidup dengan kondisi usus halusnya yang kurang sempurna. Mengharuskan dioperasi beberapa hari setelah Aqilah dilahirkan oleh sang bunda. Idenya dari Pak Andi, seorang sahabat guru yang peduli terhadap kesuliltan yang dialami oleh rekannya. Program SAVE AQILAH adalah seminar parenting. Saya mengisinya dengan sahabat saya Pak Iswoyo. Ketika menikmati sajian materi dari pak Iswoyo tentang bagaimana kita harus berterima kasih terhadap anak-anak kita. Sebab lewat merekalah sebenarnya kita belajar. Semua peserta diminta untuk melihat foto anaknya, apakah dari HP atau foto di masing-masing dompet. Saya buka dari HP saya, foto putri semata wayang si Bela. Saya pandang dengan seksama guratan-guratan manis wajahnya. Apa benar saya banyak belajar dari putri saya? Ternyata ya! Air mata tak sadar menetes. Bagaimana dia dulu sewaktu bayi sering kami tinggal di rumah sendirian untuk pergi membeli kebutuhan hidup harian. Maklumlah sewaktu Bela lahir, saya dan isteri harus tiap hari berjalan ke pasar untuk membeli lauk pauk sebab kami berdua belum mempunyai lemari es. Ya, dengan hadirnya si Bela, kami belajar sebuah perjuangan dan keprihatinan. Sekarang anak itu sudah beranjak remaja. Kembali saya lihat raut wajahnya yang tersenyum. Manis sekali. Saya yakin ke depan masih ada jutaan pelajaran lagi yang harus saya pelajari dari putri saya. Hhhh … Pak Iswoyo, memang jago membuat orang menangis. Lalu saya menyampaikan materi kedua, temanya cukup dahsyat, yaitu: SEKOLAH DAN RUMAH, PLEASE JANGAN BUNUH BAKAT ANAK. Saya mencoba sekuat mungkin memberikan pemahaman kepada para orangtua darimana asal mula bakat itu muncul. Saya mengemas materi ini dengan sajian semacam bedah film GARUDA DI DADAKU. Potongan-potongan film tersebut sangat pas untuk menggambarkan bakat seorang anak. Dan bagaimana keluarga melakukan intervensi terhadap bakat anak tersebut. Lalu serentetan frase-frase penting mengalir. Ada RASA SUKA, SPECIAL MOMENT, KREATIVITAS, PROBLEM SOLVING, dan lain-lain. Terakhir, ketika diumumkan ternyata dana yang terkumpul hampir 6 juta rupiah. Alhamdulllah. Semoga amal para peserta program parenting dan charity SAVE AQILAH diberikan keberkahan Allah SWT di bulan Ramadhan ini. Tak lupa ucapan terima kasih kepada sahabat-sahabat dari Al Azhar yang menyediakan tempat gratis. Pak Daram, Pak Is, kepala sekolah SD Al Azhar 06 Jaka Permai, Pak Asyari, Pak Sobari, Bu Ningsih dan sahabat-sahabat lainnya. Ada rencana untuk mengadakan lagi SAVE AQILAH 2, pada Ramadhan ini juga. Saya pribadi harus mengucapkan terima kasih kepada ananda AQILAH. Dengan keberadaannya di dunia ini, menjadikan dia sebagai kurir kami semua untuk membawakan barang-barang bawaan kami kepada sang Khalik, Allah SWT. Thanks Aqilah …. *) Penulis buku best seller SEKOLAHNYA MANUSIA, dan buku GURUNYA MANUSIA


Categories

%d bloggers like this: