Posted by: munifchatib | May 30, 2011

SEKOLAH ITU YANG BELUM MATANG MENERIMA ALDI By Munif Chatib

SEKOLAH ITU YANG BELUM MATANG MENERIMA ALDI

By Munif Chatib

Sebut saja Aldi, lulusan TK B di sebuah TK di Sidoarjo, anaknya pandai, semangat, dan sangat aktif. Apalagi Aldi sudah bisa membaca lancar. Ibunya sangat yakin Aldi bisa melanjutkan ke SD terdekat dan sekolah favorit lagi. Ketika mengetahui ada serangkaian TES MASUK, termasuk di dalamnya TES KEMATANGAN dan lain-lain, sang Bunda sudah memberi semangat kepada Aldi, bahwa dia akan mampu mengerjakan dan melewati tes-tes tersebut.

Dan hari yang ditunggu-tunggu tiba. Aldi di antar sang Bunda mendaftar ke SD tersebut. Namun yang terjadi adalah BENCANA KECERDASAN. Dan bencana itu masuk MEMORI JANGKA PANJANG Aldi, tak terlupakan seumur hidup sebagai kaki-kaki negatif yang terbentuk dalam SELF IMAGE-nya.

Betapa sadisnya, Aldi dinyatakan TIDAK DITERIMA, dengan alasan BELUM MENUNJUKKAN KEMATANGAN UNTUK BELAJAR, begitu redaksional dari hasil alat TES KEMATANGAN itu. Sang Bunda protes kepada psikolog yang memberikan tes kepada Aldi.

“Apa yang salah dari anak saya?” terus tanya sang Bunda sambil menangis juga.

“Anak ibu saya minta menggambar ANJING, dia menolak terus dan dia tidak bisa mengikuti instruksi dari orang lain. Ini bukti ketidakmatangan dia. Bahkan akhirnya dia menangis sebab tidak mampu mengerjakan intruksi dari saya,” penjelasan singkat psikolognya.

“Aku mau gambar RUMAH, tapi gak boleh, aku mau gambar RUMAH. Aku gak suka gambar ANJING. Aku pernah dikejar anjing,” potong si Aldi mencoba mempertahankan dirinya.

Namun apa mau dikata, tetap ALDI TIDAK DITERIMA di SD tersebut sebab TIDAK LULUS TES KEMATANGAN, persisnya TIDAK MAU MENGGAMBAR ANJING.

Mendengar cerita Bunda Aldi dan Kepala Sekolah TK Aldi saya hanya bisa berdesah dan menunduk sedih. Saya hanya bilang kepada Bunda Aldi bahwa PERCAYALAH BUNDA, ALDI TIDAK BERMASALAH SEDIKITPUN, ALDI SUDAH MATANG UNTUK SEKOLAH. SEKOLAH ITULAH YANG SEBENARNYA BELUM MATANG MENERIMA ALDI. Cari sekolah yang lain.

Carilah sekolah yang ramah anak. Carilah sekolah yang menerima anak dengan apa adanya. Carilah sekolah yang menggunakan tes dan observasi yang banyak itu hanya untuk database siswa, bukan untuk menentukan DITERIMA ATAU TIDAK. Carilah SEKOLAHNYA MANUSIA, Insyaallah di dalamnya banyak GURUNYA MANUSIA, sebab anak kita adalah MANUSIA, BUKAN ROBOT.


Categories

%d bloggers like this: