Kuliah Daily Routine dari sang Eyang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Sukabumi
By Munif Chatib

Sudah lama tidak menulis untuk SMP LIK Sukabumi yang luar biasa ini. Lalu Pak Hasan Mawardi, sang kepala sekolah mengirimkan email kepada saya berisi informasi tentang seorang kakek dari salah satu siswa memberi kuliah tentang kebiasan-kebiasaan hidup yang harus diperhatikan. Jujur, kurikulum kita ‘kehilangan’ tentang keterampilan kebiasaan-kebiasan sehari-hari yang penting untuk kehidupan selanjutnya. Saya menamakan materi ini tentang dengan sebutan DAILY ROUTINE. Mungkin sebab dipikir tidak terlalu kognitif, maka banyak ditinggalkan oleh banyak sekolah. Bayangkan sekolah yang mengajarkan kebiasaan sehari-hari. Contoh cuci tangan sebelum makan, sikat gigi sebelum tidur dan setelah sarapan pagi. Ada siswa yang malas makan sayuran. Ada kebiasaan buruk lainnya yaitu SAGEME (satu gelas rame-rame), BeAaBe tidak disiram, terkadang tidak mandi karena alasan dingin, buang sampah sembarangan, dan lain-lain. Pertanyaannya besarnya apakah materi ini semua PENTING? Bukankah yang lebih penting adalah Matematika, IPA dan lain-lain. Jawabnya semua materi penting. Tapi DAILY ROUTINE adalah materi yang mengandung kebiasaan, yaitu perilaku yang diulang-ulang. DAILY ROUTINE adalah materi yang jika sudah menjadi kebiasaan siswa akan terpakai seumur hidup, ketika dewasa, ketika berkeluarga dan berhadapan dengan masyarakat luas. Saya sangat berterima kasih sekali kepada yang terhormat Bapak Pong Muhartono Djunaedi, kakek dari Ananda Bayu dan Sultan pada acara Ortu Mengajar tanggal 26 November 2011 lalu. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat. Memang di SMP LAZUARDI INSAN KAMIL, para keluarga siswa diberi kesempatan untuk mengajar tentang tema apa saja yang dirasa penting untuk bekal kehidupan siswanya. Terima kasih buat Pak Hasan, Pak Komar yang menjadi moderator acara, dan juga kepada Pak Saban dan Ibu Muna. Semoga sukses selalu. SMP LAZUARDI INSAN KAMIL Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:

Alamat Sekolah: Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151. Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0817 0180 458
Blog: http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com web: www.sekolah-unggul.com

Posted by: munifchatib | October 25, 2011

SERBU KARANGANYAR, GURUNYA MANUSIA ADALAH SENIMAN TINGKAT TINGGI

SERBU KARANGANYAR, GURUNYA MANUSIA ADALAH SENIMAN TINGKAT TINGGI

By Munif Chatib

Benar, tidak sederhana untuk siap menjadi guru. Guru adalah profesi yang unik. Hampir semua dimensi kemampuan harus melekat pada guru. Guru itu persis seperti ‘holistic brain’ , yaitu menggunakan otak kiri dan kanan secara proporsional. Dengan kata lain guru adalah seniman tingkat tinggi. Guru itu seniman yang tepat waktu. Guru itu seniman yang mau membuat perencanaan. Guru itu seniman yang memperhatikan dan melayani siswanya bagai anak sendiri dan mendidiknya dengan hati.

Bagaimana untuk bisa menjadi GURUNYA MANUSIA? Pertama yang harus ditata adalah paradigma guru memandang siapa sih anak didiknya itu? Manusia atau robot? Saya mengajak semua sahabat untuk menyerbu Karanganyar dan ‘sharing’ bersama saya dalam bedah buku GURUNYA MANUSIA, pada:

Pelaksanaan : Rabu, 2 Nopember 2011
waktu              : jam 8.00 – 15.00
tempat           : aula gedung PD.BPR Bank Daerah Karanganyar

Contact Person :
1. Tri Rahayu (085642332173)
2. Dwi Yulianti (0271 7564009)

Penyelenggara ; KBIT dan TKIT Insan Kamil Karanganyar

Posted by: munifchatib | October 25, 2011

Sekolah: Mesin pembunuh kreativitas siswa

Sekolah: Mesin pembunuh kreativitas siswa

By munif chatib

 Bertemu dengan orang hebat lulusan ITB, cukup senior. Dalam diskusi 1 jam, beliau yg punya segudang pengalaman di dalam dan di luar negeri membuat statemen yang cukup mengejutkan saya. Pernyataan itu adalah “Betapa banyak sekolah yang menjadi mesin pembunuh bakat anak kita.

 Betapa saya tidak kaget, saya baru bertemu dengan beliau, namun punya paradigma yang sama dalam hal memandang sekolah Ketika saya kenalkan dengan konsep sekolahnya manusia, beliau senang sekali. Pada waktu pamit, beliau berpesan. “Teruskan perjuangan pak Munif, terus membangun Sekolahnya Manusia.”

Saya makin optimis, karena itu saya mengajak teman teman guru untuk mengikuti workshop sekolahnya manusia, agar sekolah kita bukan mesin pembunuh bakat anak kita, pada:

 Hari/Tanggal   : Sabtu – Ahad / 29 – 30 Oktober 2011
Jam                        : 08.00-16.00
Tempat                 : SDIT Buahati , Jl. H. Baing No 99, Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Djati, Jakarta Timur
Contact Person : 081 380 459503 (Herdin Nurdin), Telp 0217790789

By Munif Chatib

Lebih dari 10 tahun saya meneliti dan mengembangkan aplikasi multiple intelligences ke dunia pendidikan yaitu sekolah. Bersamaan itu muncul juga kebingungan dari banyak teman dalam penerapannya, terutama guru. Bahkan ada seorang sahabat yang membuat tesis berjudul KEBUNTUAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES DI SEKOLAH. Saya pikir itu adalah wajar sebagai proses pencarian dan penelitian dari sebuah teori kecerdasan yang memang cukup controversial. Betapa tidak, sebelum teori MI, diyakini memang ada anak-anak yang tidak mempunyai hambatan, namun mereka adalah siswa BODOH!.  Siswa yang tidak mempunyai minat dalam belajar. Setelah teori MI muncul, anak-anak seperti itu dinyatakan cerdas, bahkan dengan sebuah motto dahsyat, “SETIAP ANAK CERDAS DENGAN MULTIPLE INTELLIGENCES”

Saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat yang terus belajar dan mendukung keberadaan SEKOLAHNYA MANUSIA di Indonesia. Alhamdulillah saya berkesempatan untuk berbagai kepada banyak guru dan elemen sekolah yang lain untuk memberikan workshop sekolahnya manusia yang sangat menarik, pada:

Hari/Tanggal     : Sabtu – Ahad / 29 – 30 Oktober 2011
Jam                        : 08.30-15.00
Tempat                 : SDIT Buahati , Jl. H. Baing No 99, Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Djati Jakarta Timur

Contact Person : 081 380 459503 (Herdin Nurdin), Telp 0217790789

Posted by: munifchatib | September 27, 2011

SERBU SAMARINDA

SERBU SAMARINDA

Masih ingat apa ucapan Kaisar Hirohito kepada rakyatnya, tentang hancurnya Jepang di tahun 1945, “negeri ini akan selamat dan akan bangkit”,  jika masih ada guru yang selamat’  Dan kenyataan berbicara 40 tahun kemudian jepang menjadi negara maju di asia.

Lalu apa hikmah dibalik itu semua? Sebuah Negara akan bangkrut jika negara itu tidak memperhatikan pendidikan rakyatnya. Pendidikan di katakan berhasil jika masyarakatnya punya daya manfaat yang hebat. Daya manfaat muncul karena kemampuan kreativitas dan problem solving.

Artinya jika pendidikan yang notabene diwakili oleh sekolah-sekolah dan guru-guru sudah tidak lagi memperhatikan kreativitas siswanya. Dan tidak lagi membiasakan anak untuk mampu menyelesaikan masalahnya. Maka yang lahir nanti adalah generasi-generasi robot, yang hanya mengandalkan angka-angka, namun tak punya hati dan nurani. Inilah awal kebangkrutan sebuah negeri.

Indonesia pasti kita cintai. Dan kita tidak mau kalau indonesia bangkrut. Dari sisi pendidikan indikasi-indikasi kebangkrutan itu sudah terlihat. Cepat hentikan, kembali ke paradigma pendidikan yang manusiawi.

Saya akan memberi informasi kepada orang-orang yang cinta pendidikan, dari manakah kita harus mulai. Ikuti preview reformasi pendidikan pada:

Hari, tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011

Pukul : 08.00 – 14.00 Wite

Narasumber : Munif Chatib (Pakar Nasional Multiple Intelligences)

Lokasi : Gedung Serba Guna Kantor Gubernur. Jl. Gajah MAda No 1  Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Contact Person : Hasrun (085250613427)

Posted by: munifchatib | September 15, 2011

Sebuah Film Guru Mengajar

Sebuah Film Guru Mengajar

By Seorang Pelajar

 

Saya menerima email dari seorang pelajar SMA, berupa puisi yang cukup menarik. Semoga dapat menjadi masukan buat para guru Indonesia.

 

Sebuah Film Guru Mengajar

By Seorang Pelajar

 

Dia mengatakan cosinus,

Yang kudengar alunan musik pengantar tidur.

Dia menggambar segitiga siku-siku,

Yang kulihat aku menari-nari diatas awan.

Dia menulis rumus perkalian vektor,

Yang kutulis sebait puisi.

Dia melihatku,

Yang kulihat sebuah film sedang diputar.

Film monoton diatas layar hitam putih.

Dengan para pemain yang bergerak malas dalam memoriku,

Dengan layar lebar yang seakan-akan ingin memuntahkan seluruh isinya,

Dengan alur cerita membosankan yang memaksaku menguap berkali-kali.

Dia berbicara dalam spidol,

Aku berbicara dalam lamunan.

Dia berdiskusi dalam papan,

Aku berdiskusi dalam pikiran.

Dia bertanya dalam soal,

Aku bertanya dalam hati,

Kapan film ini mencapai THE END?

 

STRATEGI MENGAJAR MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK SEMUA JENJANG PENDIDIKAN

By Munif Chatib

Beberapa pertanyaan masuk ke email saya tentang strategi mengajar. Intinya ada sebagian guru yang menganggap strategi mengajar multiple intelligence hanya cocok untuk jenjang TK dan SD, sedangkan SMP, SMA dan seterusnya sudah tidak cocok lagi. Saya sepertinya perlu meluruskan dan menjawab pertanyaan ini.

Pertama, istilah strategi multiple intelligence seperti yang saya tulis dibuku saya GURUNYA MANUSIA adalah seperti sebuah konteks yang luas. Apapun nama strateginya, saya berusaha menamakan itu strategi multiple intelligence. Contoh strategi sosio drama (role play) sah-sah saja saya masukkan dalam keluarga besar strategi multiple intelligence. Demikian juga kolaboarasi, service learning, simulasi, dan lain-lain. Bersama teman-teman guru yang kreatif, sudah terkumpul 200 lebih strategi mengajar yang kami namakan strategi multiple intelligences. Pernah seorang teman di kampus bertanya kepada saya untuk saya membuat definisi formal tentang srategi multiple intelligences. Saya katakan strategi multiple intelligences adalah strategi mengajar dalam sebuah proses belajar mengajar yang menitik beratkan pada kecocokan antara gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa, sehingga tujuan pembelajaran tuntas. Istilah multiple intelligence saya pakai sebab untuk mengetahu gaya belajar seseorang itu bersumber pada kecerdasannya, yang saat ini diistilahkan multiple intelligences. Yang sering kurang dipahami, adalah pada saat guru memberikan tes kepada siswanya dalam bentuk apapun, tes formatif, sumatif, atau ujian akhir, sebenarnya aktivitas tersebut adalah sebuah strategi. Kami menamakan strategi ‘exercise’. Dan strategi exercise itu adalah salah satu dari ratusan strategi multiple intelligences.

Kedua, dalam buku saya GURUNYA MANUSIA dijelaskan bahwa, strategi mengajar itu mengandung unsur-unsur metode, prosedur aktivitas dari metode tersebut, yang di dalamnya ada istilah teknik dan trik, lalu terakhir adalah penilaian. Jadi ketika saya mengajar di jenjang TK saya memilih strategi SOSIO DRAMA atau roleplay, demikian juga saya mengajar SD kelas 5 menggunakan stategi yang sama. Ketika saya menggunakan strategi sosio drama itu ke jenjang SMP dan SMA, hasilnya luar biasa. Semua siswanya sangat antusias mengikuti proses belajar. Ketika saya mengunakan strategi sosio drama di kampus, para mahasiswa menyambutnya dengan dahsyat. Lalu apa yang membedakan strategi itu pada setiap jenjangnya? Pastilah pada unsure prosedur aktivitas dan penilaiannya. Saya berpendapat, teman-teman guru yang mengatakan bahwa strategi multiple intelligences hanya cocok untuk jenjang TK dan SD mungkin disebabkan kurang pahamnya terhadap ‘ruh’ strategi mengajar itu sendiri. Saya dulu juga terjebak kalau mengajar pada tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi, hanya menggunakan strategi tunggal yaitu metode ceramah. Padahal betapa banyak siswa dan mahasiswa yang mengantuk pada saat guru dan dosennya berceramah.

Ketiga, strategi multiple intelligence, apapun metodenya, menurut saya lebih banyak menggunakan pendekatan ‘student center’ yaitu siswa sebagai penerima informasi yang harus aktif dalam pembelajaran.

Jadi kesimpulannya, strategi mengajar multiple intelligence dengan metode apapun dapat dipraktekkan dalam semua jenjang pendidikan. Saya pernah berdiskusi dengan sekelompok guru yang getol tidak mau menerima strategi multiple intelligence untuk jenjang SMP ke atas, ternyata pada ujung diskusi, kita menyimpulkan kelompok guru tersebut adalah guru yang tidak mau repot, tidak kreatif, mereka hanya ingin mengambil gampangnya saja dalam mengajar, yaitu ‘berceramah’. Semoga semua guru terhidar dari jebakan kemalasan untuk kreatif. Semoga bisa membantu

Posted by: munifchatib | September 8, 2011

Mengajar dengan hati – Workshop Gurunya Manusia Di Makasar

Mengajar dengan hati – Workshop Gurunya Manusia Di Makasar

By Munif Chatib

Sebenarnya semua guru ingin menjadi guru yang dicintai semua siswanya. Proses belajar mengajar akan berhasil dan tuntas jika dilandasi dengan rasa cinta terhadap pekerjaannya. Namun betapa banyak guru yang belum tahu cara praktis bagaimana menjadi guru yang dicintai siswanya. Apakah semua guru mampu mempraktekkannya atau hanya guru-guru tertentu saja yang mampu? Menurut saya, semua guru mestinya mampu menjadi gurunya manusia, asal mereka mau belajar.

Tips praktis tersebut, kami akan kemas menjadi workshop GURUNYA MANUSIA yang akan di selenggarakan pada    :

Hari, Tanggal         : Sabtu, 17-18 September 2011

Jam                            : 08.30-16.00 wita

Tempat                     : di Bosowa Management Development Institute (BMDI), Jln. Lanto Dg.

                                       Pasewang No.4, Makassar

Telp                            : 08194240114

Tema                          : Workshop GURUNYA MANUSIA

Contact person      : Samsudin

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.